Payakumbuh, 10 Oktober 2025 — Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar kegiatan Peningkatan Kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada hari Jumat, 10 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan dengan aman, berkualitas, dan berkelanjutan di Kota Payakumbuh.
Acara tersebut dihadiri oleh Asisten II Pemerintah Kota Payakumbuh, Bapak Yasrizal, S.Sos., M.Si, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh, Kepala Balai POM di Payakumbuh, serta diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Ketua TP PKK Kota Payakumbuh, Kepala Badan Keuangan Daerah, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pertanian, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Dinas DP3AP2KB, Kantor Kesbangpol, Kementerian Agama Kota Payakumbuh, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI, dan Perumda Air Minum Tirta Sago.
Turut hadir pula Wakil Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Sumatera Barat, Koordinator Wilayah BGN Kota Payakumbuh, serta 14 Ketua SPPG Kota Payakumbuh yang menjadi ujung tombak pelaksanaan layanan gizi di lapangan.
Dalam kegiatan ini, disampaikan pentingnya pemenuhan tiga persyaratan utama bagi setiap SPPG, yaitu:
1. Memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
2. Memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS)
3. Memiliki Sertifikat Halal
Selain peningkatan kualitas layanan gizi, kegiatan ini juga menekankan antisipasi terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan. Kepala Balai POM di Payakumbuh, Bapak Dio Ramodrana, S.Si., M.Sc mengingatkan pentingnya penerapan sistem manajemen mutu yaitu konsisten menjalankan SOP yang ada di dapur agar mencegah kontaminasi pada pangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh SPPG di Kota Payakumbuh mampu menjadi contoh penerapan standar layanan gizi yang aman, sehat, dan berkualitas. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan seluruh lintas sektor menjadi kunci dalam melakukan pengawasan terhadap MBG demi mewujudkan generasi emas 2045.